Minggu, 28 Desember 2008

PELANTUNG OEMAR BAKRIE


Iwan Fals menyanyikan lagu oemar bakrie adalah bagaimana dia menceritakan sosok guru yang sederhana yang mampu mengorbitkan professor dan insiyur tapi Iwan bertanya kok kenapa gajinya dikebiri. Bercerita kenyataan seorang guru itu realita kehidupan. Apakah masih ada Oemar Bakrie sekarang?.............

FALS SEPERTI ANGIN


Mengenal sosok Iwan Fals bagaikan udara yang menghembuskan nafas tentang kehidupan, namun nafas itulah yang mampu membangkitkan kita dan memberi semangat. Iwan adalah sosok fenomenal yang tak mungkin tergeserkan dengan pergantian zaman Iwan hidup dalam dari golongan yang tak mungkin terlupakan.

Kamis, 25 Desember 2008

KENALAN


Nama saya : Solehuddin Hasdin Alamat : Tidung 8 stapak 8 no. 8 Makassar Jabatan Sekretaris BPW Oi Sulawesi Selatan Kerjaan : PNS DEPKOMINFO Makassar HP: 081 355 15 23 77 Istri : Ivanita Umur : 32 Tahun

MUSIK


Lewat jalur musik Iwan fals itu salah satu pilihan abang dengan mengisi kehidupannya selain aktif di karate, Iwan Fals senang juga dengan kegiatannya melukis. Bagi saya sosok Iwan Fals bukan pemusik semata melainkan seniman musik beberpa musik yang diganrunginya seperti musik Rock , Musik Pop, Musik Country, Musik Jazz, Musik Akustik.

Penulis: Soleh Hasdin BPW Oi Sulawesi Selatan (081355152377)
Alamat: Tidung 8 Stapak 8 No. 8 Makassar
PNS DEPKOMINFO Makassar

PEDULI


Kepedulian Iwan Fals Terhadap alam, Iwan Fals bersama Presiden RI Bapak Susilo Bambang Yudhyono yang giat meneriakkan untuk kita menanam

SOSOKNYA


Sang legenda Iwan fals adalah sosok yang penuh dengan kharismatik yang mampu membius dunia musik tanah air ada yang mampu menggantikan sosok beliau. Kta pun tau bahwa Iwan Fals banyak disenangi oleh orang karena kesederhanaan.

BANG DIGO AMA TEMAN Oi MAKASSAR




DESIGN 2

Iwan fals Lagi Megang Badik Bugis Makassar
Iwan Fals Lagi Melirik Lambang Negara Kita
Iwan Fals Lagi Main Harmonika
Iwan Fals dengan aksi Rockernya
Design: Soleh Hasdin (081 355 15 23 77)

design




Selasa, 23 Desember 2008

SANG PELONTAR ENERGI

LEUWINANGGUNG adalah sebuah desa yang mirip kebanyakan dusun Pulau Jawa. Di sana ada rumah, sekolah, masjid, klinik, pohon dan bambu, madrasah ibtidaiyah, serta kantor lurah. Tetapi Leuwinanggung tak sama dengan desa-desa lain di Pulau Jawa karena di sana berumahlah seorang dewa .... namanya Iwan Fals. Dewa ini tinggal di sebuah rumah besar. Tanahnya 6.000 meter persegi. Bagian terbesar dipakai untuk sebuah toko, pendopo, sebuah panggung terbuka, maupun kantor organisasi para penggemar si dewa bernama Oi. Kediaman pribadi dewa ini dilengkapi studio musik, garasi mobil (termasuk bus), rumah tinggal, serta kebun dengan rumput tercukur rapi. Suatu sore September lalu, Iwan Fals menceritakan perkenalannya dengan Leuwinanggung pada saya. “Tahun 1982 saya cari tanah di sini, maksudnya untuk investasi saja,” katanya. Dia membeli tanah dari rezeki penjualan kaset Sarjana Muda yang diluncurkan 1981 dan terjual 300 ribu buah. Kisah berikutnya, dia sekali-sekali datang dari Jakarta bersama istrinya, mantan model Yos Rosana, menengok tanah mereka serta membawa pulang buah-buahan dari kebun. Leuwinanggung menarik karena warganya rukun. Kalau ada acara perkawinan, jaipongan, atau kematian, semuanya kumpul. “Bila ada kematian, pengunjung yang datang justru dibayar. Diberi uang. Mereka bahkan sampai ngutang. Dalam hati saya pikir, ‘Gagah amat.’ Saya merasa kecil sekali. Kayak jawara gitu. Ada kegagahan di sini. Kalau mereka datang kenduri, duduk, pandangan ke depan, nggak ditegur ya diam saja. Kalau ada makan ya nggak rakus. Saya kan dulu nggak tahu. Ada makanan ya saya makan,” kata Iwan.

Senin, 22 Desember 2008

Pejalanan Hidup


Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul. Tapi album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records. Tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.

BIOGRAFI SINGKAT IWAN FALS

Sekilas Iwan Fals
Iwan Fals yang bernama asli Virgiawan Listanto adalah seorang legenda hidup Indonesia. Lewat lagu-lagunya, ia memotret kehidupan dan sosial-budaya di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar di seluruh Nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktifitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang Oi dapat ditemui setiap penjuru Nusantara dan beberapa bahkan sampai ke mancanegara.

Minggu, 21 Desember 2008

AWANG AWANG (Orang Gila)


Jika kata tak lagi bermakna
Lebih baik diam saja
Jika langkah tak lagi bermata
Langkah buta terjang saja

Melayang terbang melayang
Melayang di awang-awang
Melayang terbang melayang
Di atas samudera terbentang

Berlari aku berlari
Menembus hari
Berlari aku berlari
Menembus hari

Bagaimana bisa berhenti ?
Sedang kita belum melangkah
Bagaimana bisa kembali ?
Sedang kita tak tahu sampai dimana

Berlari aku berlari
Menembus hari
Berlari aku berlari
Menembus hari

Bagaimana bisa mengerti ?
Sedang kita belu berpikir
Bagaimana bisa dianggap diam ?
Sedang kita belum bicara

AIR MATA (Kantata Takwa)


Disini kita bicara dengan hati telanjang
Lepaskan belenggu , sesungguhnya , lepaskan..
Sesuatu yang hilang sudah kita temukan
Walau mimpi , ternyata
Kata hati , nyatanya
Bagaimanapun aku harus kembali
Walau berat aku rasa kau mengerti
Simpanlah rindumu jadikan telaga
Agar tak usai mimpi panjang ini ..
Airmata , nyatanya
Sampai berapa lama kita akan bertahan
Bukan soal untuk dibicarakan
Mengalirlahâ, mengalirlahâ
Mengalirlah !

KERETA TIBA PUKUL BERAPA


Hilang sabar dihati dan tak terbendung lagi
Waktu itu
Lama memang kutunggu kedatanganmu
Sobat karibku
Datang telegram darimu
Dua hari yang lalu
Tunggu aku
Di stasiun kereta itu pukul satu
Ku pacu sepeda motorku
Jarum jam tak mau menunggu
Maklum rindu
Traffic light aku lewati
Lampu merah tak peduli
Jalan terus
Di depan ada polantas
Wajahnya begitu buas
Tangkap aku
Tawar menawar harga pas tancap gas
Sampai stasiun kereta
Pukul setengah dua
Duduk aku menunggu
Tanya loket dan penjaga
Kereta tiba pukul berapa
Biasanya...kereta terlambat
Dua jam mungkin biasa
Dua jam cerita lama

Sandal Jepit VS Sepatu


Dalam lagu mas Iwan : Bapaknya Pegawai kecil kelas sendal jepit yang kini dalam penjara sebab belah anaknya untuk darah daging tercinta selesaikan sekolah. Sengaja aku menulis kisah ini: Tentang penindasan dan kesewenang wenangan terhadap rakyat kecil memang masih terjadi di negeri ini, karena lebih mementingkan pribadi masing-masing daripada kepentingan banyak. Hai sobatku mari kita perjuangkan WONG CILIK bukan WONG LICIK

CURAHAN HATI


Semenjak aku masih duduk dibangku SD aku udah fans ama bang Iwan soalnya waktu itu aku sangat tertarik dengan lagu beliau yang lantang meneriakkan kritikan sosial dan tak lupa juga ada jenakanya alias humor. Beranjak aku duduk dibangku SMP aku makin gila ama beliau sampai-sampai celanya bergambarkan mas Iwan. Tak itu pula aku mulai sibuk mengkoleksi mulai dari kaset, poster penampilan juga aku terbius agak rada cuek ama namanya cewek. Memasuki bangku SMA aku ngga gila lagi malahan jadi sinting banget ama beliau rambut mulai gondrong dan suka kritik ama guru-guru he he he..................
Tak lama kemudian aku lulus jadi PNS aku ngga gila ama sinting lagi, tapi malah bertambah menjadi stress dan lebih dewasa lagi, tapi mengikuti perjalanan sosok beliau tetap eksis nya namanya fans.......................
Oiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii Bersatulah

Sabtu, 20 Desember 2008



Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961; umur 47 tahun) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.

Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.

Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.

Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum 'akar rumput'. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga sekarang kantor cabang OI dapat ditemui setiap penjuru nusantara dan beberapa bahkan sampai ke manca negara

Sumber:id.wikipedia.org


Selamat Datang

di blogger FALS IWAN